Tampilkan postingan dengan label maturity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maturity. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2009

she's happy right now



hmfh, agak berat nulisnya, tapi gw pengen banget ngeshare ini ke temen temen gw

kemarin lusa, tepatnya hari Minggu, tanggal 28 Juni 2009, pada sekitar pukul 16.30, ibunda tercinta saya, Ibu Nurjanah, yang juga menyandang predikat best mom ever versi saya, menghembuskan nafasnya yang terakhir di kediaman nenek saya

kalo ditanya kronologisnya seperti apa, mungkin saya akan bercerita mulai dari hal hal yang saya rasakan sebagai firasat kepergian beliau

hari sabtu, tanggal 27 juni 2009, saya pergi ke sebuah event bazaar pakaian pakaian distro, waktu mau pergi ke acara itu, entah kenapa saya ingin sekali mengenakan pakaian pakaian berwarna gelap, mulai dari poloshirt saya yang warna biru gelap, celana panjang hitam, jaket hitam, dan tadinya saya juga mau pakai sandal warna hitam, cuma karena bapak saya menyuruh saya untuk mengganti sepatu, akhirnya saya urung mengenakan sandal ke acara itu

pulang dari event itu, saya sampai rumah sekitar pukul 20.00, bapak menyuruh saya untuk menginap di rumah nenek untuk menemani ibu malam ini, lagi lagi hal ini hal yang tidak biasa, biasanya kalau saya habis pulang dari bepergian, bapak saya akan menyuruh saya untuk istirahat, tapi entah kenapa, malam itu bapak saya menyuruh saya untuk pergi ke rumah nenek saya, dan menginap menemani ibu saya disana

malamnya sebelum tidur, saya berbaring disamping ibu saya, dan saya genggam tangan ibu saya, yang tadinya agak tinggi suhunya, tapi setelah saya genggam tangannya, sedikit sedikit saya rasakan suhu tubuhnya menurun, saya pun bersyukur dengan keadaan itu

sebelum tidur, saya berdoa, "Tuhan, kalau misalnya gw emang nggak bisa lagi ngeliat nyokap gw sehat 100%, at least tolong pertemukan gw sama nyokap gw yang sehat di mimpi", dan ajaibnya, malamnya doa saya langsung terkabul, saya mimpi bertemu ibu saya, tapi saya tidak ingat detail mimpi saya, saya tidak ingat ibu saya berpesan apa pada saya

besoknya, saya bangun pagi tanpa ada firasat apa apa

karena seminggu sebelumnya saya sudah ditunjuk oleh atasan saya untuk menjadi panitia sebuah acara kantor selama seminggu sehingga saya diharuskan menginap di hotel tempat acara itu berlangsung, makan minggu sore pun saya berangkat untuk mempersiapkan lokasi acara

waktu saya mau berangkat ke hotel tempat acara akan diadakan, ada sesuatu yang tidak beres, handphone saya sempat hilang dan sempat dicari cari selama hampir setengah jam, entah itu firasat atau bukan, yang pasti saya belum pernah menghilangkan handphone saya sebelumnya

skip skip skip

begitu saya sudah hampir sampai di hotel, saya ditelepon ayah saya, dan langsung beliau menyuruh saya untuk kembali ke rumah, dan beliau berpesan, "yang sabar ya nak"

perasaan langsung tidak karuan, dan yang ada dalam benak saya hanya gimana supaya saya bisa secepatnya menemui ibu saya

sepanjang jalan dari daerah pancoran ke rumah, saya hanya bisa istighfar sebanyak banyaknya, berharap kemungkinan terbaik yang akan saya dapatkan ketika saya sampai rumah

namun ketika kendaraan yang saya tumpangi melewati daerah ratna, seorang kerabat mengirimkan sms duka cita pada saya, sontak saya menangis, dan hal pertama yang ada di pikiran saya adalah memberitahukan ini pada sahabat saya, Annisa Putri Lestari Merdekawati

begitu sampai dirumah duka, benar saja, saya mendapati ibu saya dalam kondisi sudah tidak bernafas lagi, dan saya pun hanya bisa menangis dalam diam, dan memeluk bapak serta adik saya, yang sudah lebih dulu ada di rumah duka

esoknya, jenazah ibu saya dikebumikan di tempat pemakaman umum karet bivak, dan Alhamdulillah, proses pemakaman berjalan lancar tanpa ada kendala apapun



ibu, aku tahu sekarang ibu sudah bisa tersenyum bahagia, karena ibu sudah terbebas dari rasa sakit yang selama 3 tahun belakangan ini terus hinggap di kepala ibu, aku ikhlas ditinggal ibu, karena aku tahu, ibu bahagia di surga sana, ibu sudah tidak perlu lagi memikirkan kefanaan dunia ini, karena ibu sudah dapat kebahagiaan hakiki di sana
yang tenang ya bu disana, tunggu aku, bapak, sama nuning ya bu, supaya kita bisa makan sama sama lagi

Love you, ever, and after

Senin, 27 April 2009

ramalan yang (tidak) mengenakkan

Gw baru aja diramal!!!!

 

Ya, baru aja gw mengganti ganti channel di TV, menemukan sebuah program ramal meramal nasib, dan gw pun tertarik dan iseng2 mencoba menelepon ke program itu, dan nyambung

 

Gw sebutkan tanggal lahir gw, nama gw, dan gw pun menanyakan soal karir dan jodoh gw di tahun ini

 

Si peramal pun mengocok kemaluan kartunya, dan membacakan nasib gw, berikut dialog gw sama dia :

 

Peramal (P) : Pak, bapak bekerja dimana, kalau saya boleh tau??

Gw : di Instansi Pemerintah

P : apa yang bapak mau tanyakan?

Gw : tentang karir dan jodoh saya bu

P : hmm, sepertinya bapak kurang cocok di tempat bapak yang sekarang, karena penghasilan bapak itu cepat sekali habis, cenderung tidak mencukupi, dan hanya numpang lewat saja, malah sepertinya kurang ya pak, selain itu, bapak kelihatannya kurang menyukai tempat kerja bapak saat ini

Gw : ooo, kalau jodoh gimana bu?

P : jodoh juga sepertinya masih jauh ya, bukan tahun ini, jadi, jika ada kenalan juga akhirnya akan lepas begitu saja

 

*pembawa acara bertanya tentang solusi mengenai masalah gw ke si peramal*

 

P : sebaiknya ya, bapak keluar dari tempat kerja yang sekarang, dan pindah kerja, kalau bisa ke usaha2 yang berhubungan dengan logam ya pak, karena bapak ini shionya shio kuda logam

Gw : oh, ok, terima kasih

 

 

Shit!, jodoh gw ternyata bukan tahun ini, dan si peramal itu ternyata pintar juga bisa menebak apa yang sedang terjadi pada gw saat ini, oke, gw anggap kepintaran dia dalam menebak kondisi finansial gw saat ini yang ”numpang lewat”, adalah sebuah kebetulan belaka, dan, yaaa, masalah jodoh, go with the flow aja lah, lagian juga gw gak terlalu percaya sama ramalan dia

 

Hmmm, sebenernya, gw sedikit bohong soal nggak percaya ramalan dia, karena pas pertama denger kata kata dari mulutnya, gw langsung shock, dan segera menelepon kedua kolega gw, curhat gitu

 

Tapi, setelah gw pikir2 lagi, semua hal yang terjadi sama gw saat ini make sense lah, sangat masuk akal malah, karena :

 

Masalah pertama, pekerjaan tidak cocok, penghasilan hanya numpang lewat saja

Gw anggep ini masih make sense untuk orang seumuran gw yang kondisinya seperti gw, alesan gw adalah : I’m a goddamn TEENAGER!!!, umur gw baru 18 going to 19, gw akuin gw masih labil, dan yang ada di otak gw yang sempit ini hanya main main, senang senang, dan makan makan, masalah gw nggak menyukai pekerjaan gw sekarang, ya karena ABG ABG seumuran gw ya rata rata masih pada kuliah, dan menjalani kehidupan hedonis nan egois, halah, sementara gw, udah harus berkutat dengan pekerjaan kantor dan rutinitas, yaa, namanya penyesuaian pastinya awal awal akan banyak stress yang gw rasain, tapi gw yakin, seiring dengan berjalannya waktu, gw akan cocok sendiri dengan pekerjaan gw sekarang

Kemudian masalah penghasilan hanya numpang lewat saja, sekali lagi, itu juga karena gw masih muda, yang ada di otak gw begitu dapet gaji (yang Cuma secuil itu) adalah senang senang, dan memuaskan nafsu gw belanja, dan sekali lagi, gw yakin, seiring dengan bertambahnya umur dan kedewasaan gw dalam menjalani hidup, gw pasti akan menghilangkan problem ini dari hidup gw

 

 

Masalah kedua, jodoh masih jauh

Gw anggep ini bener bener cuma sekedar ramalan kosong aja, dan gw memilih untuk percaya 5% aja terhadap ramalan ini, awalnya gw langsung agak agak desperate dan langsung menelepon sess nad dan tante dinar, karena gw takjub dengan ramalan itu

setelah gw diramal itu, gw ganti channel TV, dan gw nggak sengaja ngeliat iklan sebuah tayangan TV yang berisi tagline, “kata orang, kalo kita nginjek kodok, nanti istrinya cantik”, karena gw dulu pernah nginjek kodok, gw pun langsung semangat dan ke-desperate-an gw pun hilang, hahaha, sooo simple things to distract my concentration

 

entah kenapa, gw ngerasa sepertinya tuhan langsung memperingatkan gw untuk nggak percaya ramalan tadi, biasanya temen temen gw kalo abis diramal dan ramalan yang keluar kurang bagus, mereka langsung bersedih hati dan bermuram durja, tapi sepertinya tuhan masih sayang banget sama gw, karena setelah gw denger ramalan tadi, pikiran gw langsung sangat lancar memikirkan alasan alasan superduper logis atas nasib gw yang kurang baik saat ini

 

gw ngerasa ini cara tuhan untuk memperingatkan gw tentang kesalahan gw dalam menjalani gaya hidup gw saat ini, dan juga mempersiapkan gw agar apabila saatnya tiba, gw siap untuk berubah ke arah yang lebih baik

 

thanks god!







*setdah!, baru aja bikin posting yang menye menye tentang idup, bikin posting baru lagi yang berisi semangat, yang bener yang mane nih?*

*biarin aja, seperti yang gw bilang, I'm just an extraordinary teenager in an ordinary world*

:-P

Minggu, 29 Maret 2009

that's what friends are for

pagi ini, a friend of me memberi saya suatu pencerahan yang lumayan membuka pikiran saya, awalnya kita cuma ngobrolin tentang minat belajar beliau yang masih sangat membara, meskipun usia beliau sudah tidak bisa dibilang muda lagi

sampai akhirnya, kita sampai pada topik hubungan pertemanan yang sehat menurut beliau

menurut beliau, hubungan pertemanan yang sehat itu adalah hubungan pertemanan yang tidak harus selalu bersama sama dimana saja kapan saja, istilahnya, nggak perlu ada kata kata "together forever", karena pada akhirnya dalam suatu hubungan pertemanan yang selalu bersama sama kemana saja, apabila dipaksakan untuk seperti itu, akan dapat memicu keretakan dari hubungan pertemanan itu sendiri, jadi, ketika teman kita sudah menemukan dunianya sendiri, dunia yang dengan senang hati dia jalani, biarkan teman kita itu menjalani keinginannya itu, cukup jadi teman yang baik yang selalu suportif aja dengan kehidupannya itu, apabila yang ia pilih adalah hal hal positif tentunya

ok, saya terima argumen brilian dari beliau, karena saya juga kurang menyadari hal itu sebenarnya, saya merasa saya terlalu menuntut kedua orang sahabat saya, ms. Annisa Putri Lestari Merdekawati, dan mr. Try Utomo Payung, untuk selalu menjadi sahabat yang ideal dimata saya, which is sahabat yang selalu ada di saat saya susah, maupun saat saya senang

yang tidak saya sadari adalah, saya dan kedua sahabat saya itu sudah memiliki dunia kita masing masing, karena saya dan kedua sahabat saya tersebut sudah masuk ke dua instansi yang berbeda, sebagai konsekuensi karena kami bersekolah di suatu perguruan tinggi kedinasan

kesalahan saya adalah, saya terlalu menuntut kedua sahabat saya itu untuk mengerti tentang dunia saya, memberikan solusi yang tepat tentang keluh kesah saya tentang dunia saya, dan selalu menemani saya untuk bersenang senang sekedar melepas penat sejenak, menurut definisi saya

padahal dunia kami sudah berbeda, dan tidak mungkin untuk mereka masuk ke dunia saya, sekali lagi karena mereka juga sudah punya dunia mereka sendiri

akibatnya, kami jadi lebih sering berselisih paham karena hal yang sebenarnya sepele, mulai dari mau curhat nggak ada yang mendengarkan, mau jalan sekedar hangout atau nonton nggak ada yang mau menemani, ngobrol sama anak jalanan dianggap mengacuhkan, dan hal hal kecil lain yang sebenarnya sudah nggak perlu sampai membuat kita berselisih paham kalau saya sadar akan perbedaan seperti yang telah saya sebutkan

saya sering memiksa (meminta dengan sedikit memaksa) ms. Annisa Putri untuk menemani saya untuk sekedar hangout, nonton, dan jalan jalan, padahal ms. Annisa Putri adalah seorang yang sepengetahuan saya tidak suka dengan keramaian, bahasa kerennya agak anti-sosial, pada akhirnya, saya pun menjadi berprasangka yang tidak tidak ke ms. Annisa Putri (haha, peace!), dan ms. Annisa Putri pun merasa tidak enak kepada saya, dan ini pun dapat memicu perselisihan pendapat antara kami

tapi, yang kini jadi pertanyaan untuk saya, salahkah bila saya minta perhatian lebih dari mereka, karena mereka sudah lebih dari teman bagi saya, mereka adalah sahabat bagi saya, sahabat yang baru sekali saya temukan seumur hidup saya

jawabannya adalah : SALAH

akhirnya saya menemukan jawaban atas pertanyaan saya selama ini dari beliau, menurut beliau, kembali lagi ke beragamnya tipe tipe manusia, dimana ada yang suka olahraga, ada yang suka travelling, ada yang suka fotografi, dan beragam kesukaan lainnya, orang yang suka travelling mungkin akan dapat bersahabat dengan mudah dengan pecinta fotografi, tetapi belum tentu orang yang suka travelling dapat bersahabat dengan orang yang menyukai IT, karena perbedaan mendasar yang sulit untuk disatukan, penggemar travelling suka menjelajah tempat tempat baru secara nyata, namun penggemar IT adalah penjelajah dunia maya, dua hal yang berbeda yang sulit untuk disatukan

jadi, sekarang, ketika saya sudah menyadari adanya perbedaan dalam dunia antara saya dan sahabat sahabat saya, saya pun belajar menghargai perbedaan itu, dan tidak akan lagi mempermasalahkan hal itu dengan 2 sahabat saya yang saya sayangi


thanks to bapak Suryo, yang telah mengajari saya satu pelajaran berharga mengenai nilai nilai kehidupan


to ms. Annisa Putri Lestari Merdekawati dan mr. Try Utomo Payung, saya nggak akan berhenti untuk berusaha jadi sahabat yang baik untuk kalian, dan juga berhenti untuk menjadi penuntut yang baik untuk kalian

BFF!

Rabu, 03 Desember 2008

introspeksi diri

beberapa hari yang lalu, gw blogwalking, dan menemukan bahwa teman gw yang bernama Dinar Ayu Adeline juga ternyata memiliki sebuah blog, sebenernya dapet alamat blog dia bukan dari blogwalking juga si, tapi ya udahlah, intinya gw menemukan blog dia dan agak tersentil juga setelah baca blognya dia

kata kata yang dia gunakan dalam blognya dia tepat, dia pandai merangkai kata kata, dan  terdengar cukup dewasa untuk seorang teenager seumuran dia

setelah baca, gw jadi cukup tersentil ngedenger kata katanya dia, gw ngerasa gw agak terlalu terlena dengan kehidupan gw sekarang, dan akhirnya menyebabkan gw menjadi merasa seperti seorang anak anak yang terjebak dalam tubuh seornagremaaj berumur 17 hampir 18

abis itu, gw pun ngerasa gw perlu introspeksi diri, dan gw pun mulai mengumpulkan testimoni dari orang orang di sekeliling gw, mulai dari sahabat gw, temen sekelas gw, sampe kakak kelas gw,

gw meng-sms orang orang beruntung itu :
Selama lo kenal ma gw, menurut lo gw orang yg kyk gmana?
Mature or childish?
Gentle or feminime?
Realistic or imaginative?
Responsible or irresponsible?
Bales ya

 

Dan inilah jawaban dari temen temen gw : 

Ko tmbn nany ky gtuan.Ada apaan neh.Mnurutku panji tuh childish(g tau krn mngkn pnji sgan krn mnganggap aq lbh tua,tp aq malah lbh sk pnji yg childish,g prlu jd orng lain.Jd lbh friendly,g kaku.Walopn mngkn aq trlihat lbh childish.),responsible,supel,kdng realistic dan kdng imajinativ,trgantung stuasi jg.

Mature,responsible,gentlement,mesq kadang agak emosional dan melankolis. Yey!!

Klu bleh ju2r sich, Kdwsaan lo trlalu sprt d buat2.lo brsha untk nutpin chldsh lo.tp bgusx krn lo brtnggng jwb bs d andlkn tuk jd leadr.yg pntng jngn prnh nggaP rmeh orng lain n slalu care ma orng yah

Hahaha :-D ada angin apa ini lo tny kyak gt,,?,lg krisis PD?:-PKyae ksn awal dr luar mnrtQ : Agk childish, Gk trll Gentle, Realistis, and KAKU,, hehehe 

Mnurt gw lbh k dewasa, tegar, gentle d dpn orng bnyk, tp ada kalanya jg lw  brsikap yg sebaliknya d dpn beberapa orang...

 Bngung bro,kalo cow sich tanya ma cew' sebaliknya jg.

 Loh kok tb2 nanya kyk gt, umur panji emg dbwh aku, tp dr segi kdwsaan n kmtngn brfkir tu lbhan km drpd ak,y gentle lh,staun qt knl tu ak sll ngliat km tu bs diandelin,kptsn yg km buat tu bs km prtnggjwbin sndr,kalo mslh realists pa gak,ak krg tw lbh lnjt,tp stauku km bkn tipe cwok yg sk b'andai2 deh,cndrg m'hdapi yg ada aj

 Realistis,macho.. Dwasa.. Tp kalo ngambek.. Sumpah childsh abis.. Lw knapa nanya gni?

 Maaf bru d'bls, Klo mnrutQ sih, km 0rg'a gentle n bs mmimpin, Tpi klo s0al dwsa atw childsh,, aQ bngung jwb'a,, kyk'a 50:50 d   Hehehe,,;-)


hehehe, seneng banget karena ternyata gw masih punya orang orang yang masih sudi membalas sms ga penting dari gw, pake ada yang mengkhawatirkan gw segala pula, hmfh, hidup jadi kerasa lebih indah dengan adanya kalian di hidup gw yang semu ini

dengan sms sms dari temen gw, gw pun merasa terbantu untuk berintrospeksi diri, menurut temen temen gw, gw adalah orang yang

secara positif :

Mature

Gentle

Responsible

Realistic (positive / negative?)


hmmm, agak agak kaget juga kalau ternyata temen temen gw ngeliat gw sebagai panji yang punya karakter kayak gitu

\

OK, secara negatif, karakter diri gw yangdilihat oleh tmen temen gw adalah :

childish pada waktunya

kaku

artificial maturity


hmmm, menarik juga ya, sampe temen temen gw ada yang ngeliat karakteristik karakteristik itu dalam diri gw

tapi menurut gw, childish emang kadang diperluin, dan gw juga adalah salah satu orang yang baru bisa bersikap childish pada orang orang yang bener bener bisa bikin gw merasa teramat sangat nyaman berada di dekatnya (thanks god i found Awie and Uto, love u guys!!!)


intinya, setelah introspeksi diri itu, gw ngerasa ada sedikit perubahan dalam hidup gw yang semu ini, so, ketika lo ngerasa saatnya lo untuk grow up udah tiba tapi lo juga ngerasa kalo lo masih belum grow up, mungkin lo perlu testimoni dari orang orang di sekeliling lo, karena menurut gw, testimoni dari orang orang disekeliling lo adalah sinyal yang paling bisa diandalkan sebagai panduan lo dalam mengintrogasi, eh, mengintrospeksi diri lo, jangan sampe setelah lo introspeksi, lo malah jadi orang lain yang malahan nggak disukain sama temen temen lo, key?