Selasa, 27 Januari 2009

balada jeung mawar dan si anaklayanganjakarta

previously on anaklayanganjakarta's life :
"sang penulis merasa kehidupannya di dunia nyata sebagai selebriti terlalu menyita waktu, pikiran dan tenaga sehingga menyebabkan blognya terlantar, selama vakum dari dunia perblog-an, sang penulis mendapatkan pekerjaan baru sebagai seorang AR* di kantor penyumbang penerimaan negara terbesar di Indonesia, kesibukan baru sebagai AR* tersebut pun telah membuat sang anaklayanganjakarta menjadi meninggalkan dunia keartisannya dan bergelut di bidang rekam merekam, stempel menstempel, staples menstaples, dan ketik mengetik, mari kita saksikan kelanjutan hidup sang anaklayanganjakarta"

E-haiiiiiiii

apa kabar semua, yang disana siap dikochok?
yang di jayapura, siap digoyang?
tarik  manggggggg

hahaha, apa kabar guys, lama gak ketemu nih, gelora cinta gw untuk mengeblog pun sudah terkumpul kembali, mengalahkan gelora asmaranya derbi romero (is that correct?) dalam menyanyi

hmfh, kali ini gw mo cerita tentang kesibukan baru gw, sebagai seorang AR* di kantor baru gw -kantor yang gw pilih dengan meninggalkan dunia keartisan di puncak popularitas gw- , gw harus rela dapet perintah ini perintah itu dari orang orang yang lebih senior di tempat kerja gw, gw sich rela aja disuruh suruh, as long as yang gw kerjain masih dalam ruang lingkup job desc dari bagian tempat gw kerja, seremeh apapun pekerjaan yang gw lakuin, yang penting masih halal, supaya jabang bayi yang ada di kandunganku ini bisa makan uang yang halal, biar berkah kalo kata orangtua, xixixixixi

oke, di kesempatan ini gw mau membahas seorang maha senior di kantor gw, sebut saja namanya jeung mawar, jeung mawar adalah seorang *staf administrasi sebenernya, cuma karena udah luammmaaaaaaa banget ngabdi di kantor gw, jadi dikasi jabatan imaginer* yang sudah sangat senior di tempat gw kerja, dan sekarang sudah berencana untuk beristirahat dari dunia kerja dan kembali ke dunia entertainer -as what syaiful jamil, my role model, said- sebagai biduanita cantik nan jelita.

jeung mawar ini seringkali memberi gw perintah perintah untuk mengerjakan sesuatu, maklum lah, sebagai seorang AR*, gw harus siap kalau sewaktu waktu ada yang harus dikerjakan dengan segera

gw ga akan komplain kalo rentetan ceritanya saat gw ngerjain kerjaan kaya' gini :
si pemberi kerja ngasih perintah, kemudian ngajarin cara ngerjainnya, gw kerjain, gw nanya dikit kalo ga ngerti, kerjaan slese, pemberi kerja puas, gw lemas
nggak, gw nggak akan komplain, malah seneng, karena sudah bisa memuaskan pemberi kerja

tapi, setiap kali gw dapet perintah dari jeung mawar, inilah rentetan ceritanya:
jeung mawar ngasih perintah (masih sesuai urutan diatas), kemudian ngajarin cara ngerjainnya (juga masih sesuai), ngeralat cara ngerjainnya (loh kok?), kemudian jeung mawar bingung sebentar (weleh weleh), lalu memberi petunjuk final cara ngerjain (yang menjadi ambigu), gw coba kerjain, kemudian gw tanya dikit karna ga ngerti atas perintah yang ambigu, gw dimaki maki karena agak lemot dengan toa yang pake equalizer mega bass, gw kembali ngerjain kerjaannya, gw mencoba berinovasi sesuai jalur yang semestinya supaya kerjaan gw beres, kerjaan gw mulai menemukan titik terang, jeung mawar menginspeksi cara gw mengerjakan, jeung mawar melihat cara gw mengerjakan tidak sesuai dengan apa yang dia pikir seharusnya gw lakukan *padahal sesuai banget dengan apa yang dia perintahkan*, gw dihardik ulang dengan toa yang pake setelan equalizer clear bass kali ini, akhirnya kerjaan gw selesai, dia menatap kerjaan gw dengan pandangan skeptis, gw pun kabur ke toilet untuk membuang hajat.

hufh, itulah alur yang harus gw hadapi setiap kali doski ngasi gw kerjaan.
gw akan dengan senang hati mengerjakan pekerjaan HALAL apapun, sebanyak apapun itu, karena bokap gw selalu berpesan, gw harus kerja pake hati, supaya semua kerasa ringan, tapi, dengan catatan kerjaan tersebut dikasih ke gw dengan cara yang baik menurut parameter umum.

gw selalu coba untuk ngerjain semua kerjaan gw pake hati, cuma pas dapet kerjaan dari jeung mawar, gw selalu susah untuk melakukan amanat dari bokap gw itu, karena :
- jeung mawar selalu berpendapat dialah yang terhebat, terpintar, dan paling superior diantara yang lain
- jeung mawar selalu berpendapat kalo gw sebagai anak baru tuh sangat bego, nggak bisa apa apa
- jeung mawar selalu berpendapat kalo gw sebagai anak baru tuh kampungan, norak, bukan  apa apa dibanding dia

gosh, come on, gw tau dia berasal dari generasi yang jauh berbeda dengan gw, alias dia lahir jauh lebih dulu dari gw, tapi, please, apa itu berarti dia jauh lebih tau tentang semua hal daripada gw?, belum tentu bukan?

gw tau dia udah mengerjakan segala macam kerjaan yang dia titahkan ke gw jauh lebih dulu dari gw, dengan cara cara dia tentunya, yang menurut dia cara paling sempurna untuk menyelesaikan kerjaan kerjaan yang dia kasih, tapi bukankah kita SEMUA harus siap untuk menyesuaikan diri dengan perubahan -selama perubahan itu diperlukan- kalo kita nggak mau terlindas oleh kemajuan zaman?

ayolah jeung, cara lama nggak selalu yang paling sempurna, begitu juga cara baru, nggak selalu merupakan penyempurna cara lama, terima itu, terimalah kalo nggak semua anak muda itu norak -meskipun mayoritas penggemar kangen band juga masih anak muda-, nggak semua anak muda itu nggak bisa dan nggak tau apa apa, seperti apa yang tampaknya ada di pikiran jeung saat ini, pikir jeung, jeung kan udah punya anak seumuran saya juga, gimana kalo anak jeung yang diperlakukan seperti saya, hmfh

beuh, curhat pribadi nih, biarin aja, ini kan dunia gw, dunia layangan, gw bebas dong untuk berpikir sesuka hati gw

glossary :
AR : Ahli Rekam, sebutan untuk seorang yang kerjaannya merekam data terus menerus

3 komentar:

Fauzan abdi harahap mengatakan...

Hahaha
I love jeung mawar.
Mwah mwah
Eh,Jeung mawar lu ksh tau dunk ttg blog lu ini.
Pasti pas dya baca postingan lo ini napsu birahi dya akan keluar.
Dan melampiaskannya ke lo.hahaha

rerere mengatakan...

hihihihihi

jadinya elo magang di mana bro?

rerere mengatakan...

ih ga dijawab magang di mana...

sombong nihhh